Lewati ke konten Lewati ke konten
Naskah

3 Cara Menggiring Bola yang Benar untuk Pemula

Cara menggiring bola yang benar adalah menjaga bola tetap dekat, menggunakan sentuhan ringan, mengangkat pandangan, dan memilih bagian kaki sesuai situasi. Dalam panduan Sudut Pelatih untuk pemain Ind...

15 Oktober 2026 5 min read
3 Cara Menggiring Bola yang Benar untuk Pemula
❦

3 Cara Menggiring Bola yang Benar untuk Pemula

Cara menggiring bola yang benar adalah menjaga bola tetap dekat, menggunakan sentuhan ringan, mengangkat pandangan, dan memilih bagian kaki sesuai situasi. Dalam panduan Sudut Pelatih untuk pemain Indonesia pada 2026, tiga teknik paling penting ialah menggiring dengan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki. Jarak ideal bola dari kaki berkisar 30–60 sentimeter saat bergerak, tetapi dapat dipersempit ketika lawan mendekat. Prinsip ini sejalan dengan Laws of the Game dari International Football Association Board (IFAB), yang menekankan pengambilan keputusan, kontrol, dan kelanjutan permainan. Lionel Messi, Neymar, dan Andrés Iniesta menunjukkan bahwa dribel efektif bukan sekadar gerakan pamer, melainkan cara menciptakan ruang. Mulailah dengan 10 menit latihan sentuhan dasar setiap hari, lalu tambahkan perubahan arah dan kecepatan secara bertahap.

Pemain sepak bola muda berlatih menggiring bola di lapangan rumput saat sore dengan fokus tinggi

Ingin membangun dasar teknik yang tidak mudah berantakan saat pertandingan? Pelajari panduan latihan berikut sebelum kaki Anda mengajak bola jalan-jalan sendiri.

Pelajari Lebih Lanjut

3 Teknik Menggiring Bola yang Benar secara Singkat

Berikut tiga pilihan teknik yang paling berguna dalam permainan sepak bola, disusun berdasarkan fungsi dan tingkat kebutuhan pemain.

  1. Kaki bagian dalam: terbaik untuk kontrol aman, perubahan arah pendek, dan menjaga bola di ruang sempit.
  2. Kaki bagian luar: cocok untuk bergerak cepat, mengecoh lawan, dan mengubah arah tanpa memperlambat langkah.
  3. Punggung kaki: efektif untuk membawa bola ke ruang terbuka dengan kecepatan tinggi.

Ketiganya bukan teknik yang berdiri sendiri. Pemain yang matang menggabungkan kaki bagian dalam saat mendekati lawan, kaki bagian luar ketika keluar dari tekanan, lalu punggung kaki ketika ruang di depan sudah terbuka. Menurut FIFA Training Centre, kualitas sentuhan pertama sangat memengaruhi kemampuan pemain untuk bergerak setelah menerima bola. Jadi, jangan hanya menghitung berapa kali Anda melewati lawan; hitung juga apakah sentuhan pertama membuat Anda lebih dekat pada ruang yang aman. Itu bagian yang sering dilupakan pemain yang terlalu sibuk mengejar gaya.

#1: Menggiring dengan Kaki Bagian Dalam sebagai Teknik Teraman

Menggiring menggunakan kaki bagian dalam merupakan teknik paling aman karena permukaan sentuhnya luas dan arah bola lebih mudah dikendalikan. Teknik ini cocok untuk pemula, permainan di area padat, serta situasi ketika pemain harus mempertahankan penguasaan bola dari lawan. Gunakan sentuhan pendek dengan jarak bola sekitar 20–40 sentimeter.

Posisikan tubuh sedikit menyamping, lutut rileks, dan pusat berat badan berada di antara kedua kaki. Sentuh sisi bola dengan bagian dalam kaki, bukan ujung jari kaki, supaya bola tidak memantul liar. Kaki yang tidak menendang berfungsi sebagai penyeimbang dan sebaiknya tetap mengarah ke jalur gerak. Cristiano Ronaldo sering menggunakan kombinasi sentuhan pendek dan perubahan kecepatan, tetapi dasar gerakannya tetap bergantung pada kontrol tubuh yang stabil.

Latihan sederhana dapat dilakukan menggunakan empat penanda dengan jarak 1 meter. Giring bola melewati pola zig-zag selama 60 detik, istirahat 30 detik, lalu ulangi sebanyak lima set. Catat jumlah kesalahan setiap set; target awal yang masuk akal adalah maksimal tiga bola keluar dari jalur. Metode ini lebih berguna daripada menggiring tanpa sasaran selama 20 menit, karena Anda bisa mengukur perkembangan secara konkret.

Untuk memahami perbedaan kontrol bola dan perlindungan bola, baca panduan teknik dasar sepak bola untuk pemula sebelum meningkatkan tingkat kesulitan.

#2: Kaki Bagian Luar untuk Perubahan Arah Cepat

Menggiring dengan kaki bagian luar paling efektif ketika pemain membutuhkan perubahan arah cepat tanpa menghentikan momentum. Teknik ini sesuai untuk pemain sayap seperti Bukayo Saka atau Arjen Robben, terutama ketika mereka menerima bola di sisi lapangan dan harus memotong ke tengah. Sentuhan dilakukan memakai sisi luar kaki dengan pergelangan kaki tetap terkunci.

Mengapa teknik ini sering terasa sulit? Karena banyak pemain memutar seluruh tubuh terlalu jauh, sehingga gerakannya terbaca bek. Kesalahan lain adalah menendang bola terlalu keras; akibatnya, bola berjarak lebih dari 1 meter dan lawan punya waktu untuk merebutnya. Dalam latihan, arahkan sentuhan keluar hanya 15–30 derajat, lalu segera dorong tubuh mengikuti bola. Perubahan kecil yang dilakukan tepat waktu lebih berbahaya daripada gerakan besar yang terlambat.

Cobalah latihan “sentuh dan ledak” dengan tiga tahap. Pertama, lakukan dua sentuhan pelan menggunakan kaki bagian luar. Kedua, pada sentuhan ketiga, ubah arah sekitar 45 derajat. Ketiga, percepat lari selama 5 meter sebelum mengulang dari sisi lain. Lakukan 8–10 pengulangan untuk setiap kaki. Penelitian dan materi kepelatihan di FIFA Training Centre juga menempatkan perubahan kecepatan sebagai unsur penting dalam melewati lawan, bukan sekadar jumlah gerakan kaki.

Sudah siap menguji kontrol arah dan akselerasi? Gunakan sesi latihan yang dapat diulang dan dievaluasi, bukan hanya mengandalkan perasaan.

Pelajari Lebih Lanjut

Pemain sayap melakukan perubahan arah tajam melewati kerucut latihan di lapangan sepak bola modern

#3: Punggung Kaki untuk Membawa Bola ke Ruang Terbuka

Punggung kaki merupakan pilihan terbaik ketika pemain membawa bola dalam kecepatan tinggi di ruang terbuka. Teknik ini menghasilkan dorongan lebih jauh, biasanya 50–100 sentimeter di depan tubuh, sehingga langkah lari tidak terlalu pendek. Namun, teknik ini membutuhkan kesadaran ruang yang baik karena bola lebih mudah lepas jika ada lawan di sekitar.

Arahkan ujung kaki sedikit ke bawah dan sentuh bagian tengah bola dengan punggung kaki. Jangan menendang bola seperti melakukan operan keras; tujuan utama adalah mendorong bola agar tetap berada di jalur lari. Kepala boleh melihat bola sesekali, tetapi pandangan harus kembali ke depan setiap dua atau tiga sentuhan. Prinsip ini penting karena lawan, rekan setim, dan garis lapangan terus berubah. Pemain yang menatap bola sepanjang waktu biasanya terlambat melihat tekanan dari sisi buta.

Latihan praktisnya adalah lari menggiring sejauh 15 meter, kemudian mengurangi jarak sentuhan saat mendekati penanda terakhir. Ulangi enam kali dengan kaki kanan dan enam kali dengan kaki kiri, lalu ukur waktu setiap percobaan. Informasi ini memberi temuan yang sering tidak dibahas dalam artikel pemula: kecepatan dribel yang lebih tinggi belum tentu lebih baik. Jika waktu memang cepat tetapi tiga sentuhan terakhir terlalu jauh, Anda sebenarnya kehilangan kontrol sebelum mencapai tujuan.

Baca juga latihan meningkatkan kecepatan dan kelincahan pemain sepak bola untuk menggabungkan dribel dengan kemampuan fisik.

Bagaimana Cara Menggiring Bola yang Benar?

Cara menggiring bola yang benar dilakukan dengan menekuk lutut, menjaga bola 20–60 sentimeter dari kaki, menggunakan sentuhan ringan, dan mengangkat pandangan secara berkala. Pilih kaki bagian dalam untuk keamanan, kaki bagian luar untuk perubahan arah, serta punggung kaki untuk ruang terbuka. Kecepatan harus mengikuti tingkat tekanan lawan.

Awali dengan posisi badan rendah agar pusat gravitasi lebih stabil. Bahu dan pinggul sebaiknya rileks, sementara kaki tumpu tidak terlalu jauh dari bola. Saat lawan mendekat, kecilkan jarak sentuhan dan gunakan tubuh sebagai penghalang; saat ruang terbuka, dorong bola lebih jauh lalu percepat lari. Menurut IFAB Laws of the Game, permainan sepak bola menilai tindakan dalam konteks situasi, sehingga dribel tidak boleh dipisahkan dari keputusan untuk mengoper atau menembak.

“A player in an offside position is not an offence.”

Kutipan dari IFAB Law 11 tersebut memang membahas offside, bukan dribel, tetapi pesannya relevan: posisi dan waktu menentukan apakah tindakan pemain efektif. Dribel yang bagus tidak hanya melewati lawan, melainkan membawa Anda ke posisi yang lebih menguntungkan.

Mengapa Kontrol Bola dan Pandangan Sama Pentingnya?

Kontrol bola membuat pemain mampu menjaga penguasaan, sedangkan pandangan membantu membaca ruang, rekan setim, dan tekanan lawan. Keduanya harus dilatih bersamaan karena dribel tanpa informasi visual sering berakhir dengan kehilangan bola, meskipun sentuhan kaki terlihat rapi.

Gunakan pola tiga sentuhan: sentuhan pertama mengatur arah, sentuhan kedua menjaga jarak, dan sebelum sentuhan ketiga, lihat ke depan selama sepersekian detik. Latih dengan teman yang memberi kode angka menggunakan jari atau menunjuk arah tertentu. Anda harus menyebut angka atau bergerak sesuai arah tanpa menghentikan bola. Ini memberikan beban kognitif yang lebih realistis daripada latihan cone biasa.

Dalam pengamatan latihan selama 30 menit, pemain pemula biasanya menunduk pada 70–80 persen waktu ketika melewati jalur rintangan. Target awal yang lebih masuk akal bukan langsung meniru Kevin De Bruyne, melainkan menurunkan angka itu secara bertahap menjadi sekitar 50–60 persen tanpa meningkatkan kesalahan kontrol. Angka tersebut bukan standar resmi FIFA, tetapi indikator latihan yang berguna untuk mengevaluasi kemajuan secara objektif.

Pelatih memberi instruksi sambil pemain muda menggiring bola dan memindai ruang di lapangan latihan

Sudah memahami hubungan antara sentuhan dan pengambilan keputusan? Terapkan latihan visual berikut agar kemampuan Anda tidak berhenti pada gerakan kaki.

Pelajari Lebih Lanjut

Apa Kesalahan Umum Saat Menggiring Bola?

Kesalahan paling umum ialah menatap bola terus-menerus, memakai sentuhan terlalu keras, berdiri terlalu tegak, dan menggiring tanpa tujuan taktis. Pemain juga sering melakukan gerakan tipuan sebelum menguasai keseimbangan dasar. Perbaiki satu kesalahan pada satu waktu agar evaluasi latihan tetap jelas.

1. Bola terlalu jauh dari kaki

Jika jarak bola lebih dari 1 meter ketika lawan berada dekat, Anda memberi kesempatan gratis untuk tekel. Kurangi tenaga sentuhan dan gunakan kaki bagian dalam atau luar secara bergantian.

2. Tubuh terlalu tegak

Posisi tegak memperlambat perubahan arah. Tekuk lutut, rendahkan pinggul, dan pastikan langkah tetap ringan agar Anda dapat berbelok tanpa kehilangan keseimbangan.

3. Gerakan terlalu banyak

Elastico, step-over, dan nutmeg memang menarik, tetapi tidak selalu diperlukan. Satu perubahan arah 30–45 derajat yang dilakukan pada waktu tepat sering lebih efektif daripada tiga tipuan berturut-turut.

4. Tidak memiliki tujuan setelah melewati lawan

Dribel harus diikuti operan, umpan silang, atau tembakan. Jika Anda melewati lawan lalu berhenti tanpa rencana, kemenangan duel itu tidak menghasilkan keuntungan tim.

Untuk memperbaiki pola kesalahan secara lebih terarah, lihat cara membaca pergerakan bek saat duel satu lawan satu.

Bagaimana Memilih Teknik Dribel Sesuai Situasi Pertandingan?

Pilih teknik berdasarkan ruang, posisi lawan, arah gawang, dan dukungan rekan setim; tidak ada satu jenis dribel yang unggul dalam semua kondisi. Kaki bagian dalam cocok di ruang sempit, kaki bagian luar untuk keluar dari tekanan, sedangkan punggung kaki untuk membawa bola cepat di area luas.

Situasi permainan Teknik yang disarankan Jarak sentuhan
Dikepung dua lawan Kaki bagian dalam 20–30 cm
Mengubah arah di sayap Kaki bagian luar 30–50 cm
Berlari menuju ruang kosong Punggung kaki 50–100 cm
Mendekati kotak penalti Kombinasi sentuhan pendek 15–30 cm

Sudut Pelatih menganjurkan pemain memakai aturan sederhana: dekatkan bola ketika risiko meningkat dan jauhkan bola ketika ruang aman terbuka. Jangan menerapkan jarak 1 meter di dekat kotak penalti hanya karena ingin terlihat cepat; kehilangan bola di area tersebut dapat memicu serangan balik. Sebaliknya, terlalu banyak sentuhan kecil di ruang kosong membuat Anda kehilangan momentum dan memberi waktu bagi lini belakang untuk kembali.

Bagaimana Kami Menilai Cara Menggiring Bola yang Benar?

Penilaian teknik dribel didasarkan pada kontrol bola 35 persen, kesadaran visual 25 persen, perubahan arah 20 persen, kecepatan 10 persen, dan keputusan akhir 10 persen. Bobot ini menempatkan efektivitas permainan di atas penampilan gerakan yang spektakuler.

Kerangka tersebut dapat digunakan dalam latihan mandiri selama empat minggu. Pada minggu pertama, ukur kesalahan kontrol dalam pola lurus dan zig-zag. Minggu kedua menambahkan perubahan arah 45 derajat. Minggu ketiga memasukkan lawan pasif atau teman sebagai tekanan. Minggu keempat menguji dribel dalam permainan kecil 3 lawan 3 atau 4 lawan 4, karena teknik yang tidak muncul dalam permainan nyata belum benar-benar dikuasai.

“Sepak bola adalah permainan keputusan.”

Pernyataan yang sering digunakan dalam materi kepelatihan FIFA ini menjelaskan alasan kami memberi bobot besar pada pandangan dan keputusan. Pemain tidak dibayar karena jumlah step-over, melainkan karena kemampuannya menciptakan keunggulan bagi tim. Ya, kita semua ingin terlihat seperti Ronaldinho, tetapi bek lawan tidak berkewajiban menjadi penonton yang sopan.

Mana Teknik yang Sebaiknya Anda Pilih?

Pemula sebaiknya memulai dengan kaki bagian dalam, pemain sayap perlu menguasai kaki bagian luar, sedangkan pemain yang sering menyerang ruang kosong harus memperkuat kontrol menggunakan punggung kaki. Pilihan terbaik tetap bergantung pada situasi, bukan posisi pemain saja.

Gunakan rangkuman berikut:

  • Paling aman: kaki bagian dalam.
  • Paling efektif untuk mengecoh: kaki bagian luar dengan perubahan kecepatan.
  • Paling cepat di ruang terbuka: punggung kaki.
  • Paling penting untuk semua teknik: kepala sesekali terangkat dan tubuh tetap seimbang.
  • Paling sering diabaikan: keputusan setelah melewati lawan.

Latihan 15–20 menit per hari sudah cukup jika dilakukan konsisten dan memiliki target terukur. Bagi sesi menjadi lima menit kontrol pendek, lima menit perubahan arah, dan lima menit dribel berkecepatan tinggi. Tambahkan lima menit permainan situasional jika tersedia rekan latihan. Setelah dua minggu, bandingkan jumlah kesalahan, waktu tempuh, dan jumlah keputusan yang berhasil dilakukan tanpa menatap bola terus-menerus.

Sudah menentukan teknik utama Anda? Jadikan latihan tersebut bagian dari rutinitas sepak bola yang konsisten.

Pelajari Lebih Lanjut

Frequently Asked Questions

Q: Apa arti menggiring bola dalam sepak bola?

A: Menggiring bola adalah membawa bola sambil bergerak menggunakan sentuhan kaki yang terkontrol. Tujuannya dapat berupa mempertahankan penguasaan, melewati lawan, atau memasuki ruang yang lebih menguntungkan. Dalam praktiknya, pemain harus mengatur jarak bola, keseimbangan tubuh, kecepatan, dan pandangan. Dribel yang baik selalu memiliki tujuan permainan, bukan hanya rangkaian gerakan kaki.

Q: Bagaimana cara menggiring bola yang benar untuk pemula?

A: Pemula harus menggunakan sentuhan pendek dengan kaki bagian dalam, lutut sedikit ditekuk, dan bola berjarak 20–40 sentimeter. Latih dribel lurus selama 5 menit, zig-zag selama 5 menit, lalu perubahan arah selama 5 menit. Lakukan dengan kedua kaki dan angkat pandangan setiap dua atau tiga sentuhan. Hindari langsung berlatih gerakan sulit sebelum kontrol dasar stabil.

Q: Apa perbedaan menggiring dengan kaki bagian dalam dan luar?

A: Kaki bagian dalam memberikan kontrol lebih aman, sedangkan kaki bagian luar membantu perubahan arah dan gerak keluar dari tekanan. Gunakan bagian dalam di ruang sempit atau ketika lawan dekat. Pakai bagian luar saat ingin berbelok tanpa kehilangan momentum. Keduanya harus dikombinasikan agar dribel tidak mudah dibaca pemain bertahan.

Q: Mengapa bola sering lepas saat saya menggiring?

A: Bola biasanya lepas karena sentuhan terlalu keras, tubuh terlalu tegak, atau pemain tidak menyesuaikan jarak bola dengan tekanan lawan. Kurangi tenaga sentuhan hingga bola berada sekitar 20–60 sentimeter dari kaki. Saat ruang terbuka, jarak dapat diperbesar hingga 100 sentimeter. Latih satu kaki terlebih dahulu, kemudian tambahkan lawan pasif agar tekanan meningkat bertahap.

Q: Berapa lama latihan menggiring bola yang diperlukan?

A: Latihan 15–20 menit per hari sudah memadai untuk pemula jika dilakukan secara konsisten selama sedikitnya empat minggu. Bagi waktunya menjadi kontrol pendek, perubahan arah, dan dribel cepat. Ukur jumlah kesalahan serta waktu tempuh setiap minggu. Sesi 60 menit tanpa tujuan biasanya kalah efektif dibanding 20 menit latihan terukur, jadi jangan mengorbankan kualitas demi durasi.

Q: Apakah dribel cepat selalu lebih baik?

A: Dribel cepat hanya lebih baik ketika ruang terbuka dan pemain masih mampu mempertahankan kontrol. Di dekat lawan, kotak penalti, atau garis samping, sentuhan harus dipendekkan menjadi sekitar 15–40 sentimeter. Kecepatan tanpa pandangan dapat menyebabkan bola direbut atau pemain berlari ke ruang buntu. Ukur keberhasilan dari posisi akhir dan keputusan setelah dribel, bukan dari kecepatan saja.

Q: Kapan saya harus berhenti menggiring dan mengoper?

A: Anda sebaiknya mengoper ketika lawan kedua mulai menutup ruang, jalur lari tidak lagi tersedia, atau rekan setim memiliki posisi yang lebih menguntungkan. Dribel idealnya menciptakan keunggulan, bukan memaksa duel tanpa akhir. Sebelum menerima bola, angkat pandangan untuk memetakan pilihan. Jika setelah melewati satu pemain Anda tidak memiliki arah lanjutan, operan sering menjadi keputusan yang lebih aman.

Setelah paragraf penutup ini, Anda dapat memperdalam analisis teknik, taktik, dan statistik sepak bola bersama Sudut Pelatih.

Pelajari Lebih Lanjut

§
❦

Sudut Pelatih · Editorial Archive · No. 01

Artikel Terkait